Beranda > PENELITIAN > PENELITI LIPI KEMBANGKAN ALAT PENGERING MULTIGUNA

PENELITI LIPI KEMBANGKAN ALAT PENGERING MULTIGUNA

Seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ir. Harsito, M.Eng, telah berhasil mengembangkan alat/mesin pengering multiguna yang dapat mengeringkan berbagai macam hasil produk pertanian, seperti padi, jagung, kedelai, tapioka dan lain-lain.

“Kami telah kembangkan dua tipe, yaitu tipe besar untuk industri dengan kapasitas 3 ton perjam dengan sistem kontinyu, dan satu lagi tipe ydengan kapasitas 0,5 ton perjam tidak kontinyu,” kata Harsito pada siaran iptek voice Kementerian Ristek di Jakarta, Kamis (20/5).

Bahan bakar mesin pengering tersebut, semula menggunakan BMM, tapi setelah terus dikembangkan, akhirnya menggunakan bahan bakar dari sekam atau batubara karena lebih murah, bahkan untuk mesin berkapasitas 0,5 ton perjam ditekankan menggunakan gas karena mudah didapat.

Cara kerjanya, umpan dimasukan melalui pikcer berbentuk dekonpeyer dengan panjang sekitar 15 m, karena dia akan naik dari ketinggian 1 meter sampai ke 5,5 meter untuk masuk ke ruang pengeringan.

Kecepatan maksimum 2 meter per menit, dengan ketebalan tumpukan padi sekitar 3 cm, kemudian dibuat rata pengumpannya. Setelah masuk di dalam ruang pengering kemudian dimanfaatkan proses pembalikan dan penggembusan udara panas.

Ia menjelaskan, kecepatan 2 meter per menit tersebut bisa diubah tergantung dari material yang akan dikeringkan. Kalau untuk padi ukurannya relatif kecil, tapi kalau kemiri misalnya yang lebih besar kecepatannya bisa diperlambat lagi, karena harus diperhitungkan suhu yang efektif untuk pengeringannya.

Mesin tersebut belum dipatenkan, karena masalah dana, tapi dengan terwujudnya mesin pengering yang berkapasitas 2 kwintal per jam, pihak LIPI telah mengalokasikan dana untuk Program Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (Iptekda) di Nganjuk, dan BPPT juga mengalokasikan dana untuk iptekda dengan pembiayaan sekitar Rp100 juta.

“Alat tersebut relatif mahal, tapi tidak dijual, karena kami ingin menangani secara langsung untuk membatu petani, dan nanti kelompok-kelompok petani atau KUD bisa membawa padi basah ke tempat pengeringan, kemudian hanya diambil jasa pengeringannya saja,” ungkapnya.

Alat tersebut sudah diuji coba dan hasil pengeringannya cukup baik, tapi perlu penyempurnaan, dan mudah-mudahan bulan ini penyempurnaan mesin pengering tersebut bisa selesai.

Menurutnya, dengan mesin pengering tersebut produk hasil pengeringan lebih baik dibandingkan dengan pengeringan dengan sinar matahari, karena dengan alat tersebut semua terkontrol, baik temperaturnya, maupun kecepatan aliran material, dan lain-lainnya. (T. Gs/toeb)

Kominfo-Newsroom, 20 Mei 2010

sumber :http://www.metalurgi.lipi.go.id/

Artikel yanglain :

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: