Arsip

Archive for the ‘PENELITIAN’ Category

Awet Muda Berkat Diet Gluten

KOMPAS.com – Menurut dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik yang berpraktek di Semanggi Specialist Clinic, gluten adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung. Sifatnya kenyal dan elastis. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Bahan makanan yang banyak mengandung gluten adalah gandum, gandum hitam, dan jelai.

Kebanyakan orang menghindari gluten karena alasan kesehatan, terutama para penderita celiac disease (alergi terhadap protein gluten yang menyebabkan gangguan kekebalan). Berani-berani nakal dan melanggar pantangan, sistem pertahanan tubuhnya akan bereaksi seolah-olah gluten adalah musuh yang harus dihancurkan. Akibatnyaintestinal vili, organ dalam perut yang membantu penyerapan nutrisi, jadi terganggu. Kalau terus dibiarkan dapat menyebabkan malnutrisi. Baca selengkapnya…

Kategori:PENELITIAN

Cara Membuat Tepung Mocaf

12 Maret 2011 4 komentar

MOCAF merupakan kependekan dari kata dalam bahasa Inggris “Modified Cassava Flour “ yang dalam bahasa Indonesianya disebut juga “Modifikasi Tepung Ketela Pohon” atauMOTEKAP. Hal ini adalah upaya dalam menganekaragaman produk dari ketela serta menambah nilai jual ketela. Dimana yang paling umum dalam pemanfaatan ketela adalah untuk pembuatan tepung tapioka.

Motekap kini menjadi merek dagang yang dipergunakan oleh group PT KIPTI, Adapun proses pembuatan tepung Motekap adalah sebagai berikut:
  1. Cuci bersih singkong agar tanah atau kotoran tidak menempel
  2. Singkong dikupas dan lapisan kulit singkong yang berwarna cokelat di buang, umbinya sebaiknya direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna. Baca selengkapnya…
Kategori:MOCAF, PENELITIAN Tag:,

PENELITI LIPI KEMBANGKAN ALAT PENGERING MULTIGUNA

Seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ir. Harsito, M.Eng, telah berhasil mengembangkan alat/mesin pengering multiguna yang dapat mengeringkan berbagai macam hasil produk pertanian, seperti padi, jagung, kedelai, tapioka dan lain-lain.

“Kami telah kembangkan dua tipe, yaitu tipe besar untuk industri dengan kapasitas 3 ton perjam dengan sistem kontinyu, dan satu lagi tipe ydengan kapasitas 0,5 ton perjam tidak kontinyu,” kata Harsito pada siaran iptek voice Kementerian Ristek di Jakarta, Kamis (20/5). Baca selengkapnya…

Pati Bengkuang untuk Produk Kecantikan

12 Maret 2011 1 komentar

Bengkuang, salah satu komo ditas pertanian yang ter masuk suku polong-po – longan, ternyata tak hanya enak untuk rujak, koktail, maupun diolah sebagai makanan khas Palembang, namun juga bisa diekstrak patinya menjadi bahan masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Pati paling umunya diambil dari bahan baku ketela atau singkong dengan nama tapioka.

Lihat saja di televisi, begitu banyak produk kecantikan perampuan yang dengan terus terang menyebutkan bahwa produknya mengandung bengkuang.

Bengkuang yang ciri-cirinya adalah umbi akar tunggal, kulit luar krem atau cokelat, warna daging putih, daun majemuk, bunganya berkelopak cokelat, dan mahkota bunga ungu biru atau putih ini, meskipun memiliki prospek cerah untuk dikembangkan, terdapat beberapa masalah terkait dengan kadar airnya yang cukup tinggi.

“Daya simpan bengkuang segar sangatlah pendek, hanya sekitar 3 – 4 hari. Kadar air bengkuang itu hingga 90 persen,” kata Mukhammad Angwar, peneliti pada Unit Penelitian Terpadu (UPT) Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Daya simpan yang pendek itu, lanjut Angwar, menyebabkan para petani tradisional tidak mampu mengoptimalkan manfaat bengkuang. Menurut Angwar, permasalahan bawaan bengkuang ini yang mengilhaminya untuk melakukan penelitian. Baca selengkapnya…

Mocaf: Fermentasi 1 Jam

10 Maret 2011 2 komentar

Sumber : Majalah Trubus

Istanbul, Turki, pertengahan Desember 2009. Daniel Gyurta, perenang berkebangsaan Hungaria, mencetak rekor dunia baru renang 200 m gaya dada putra dengan catatan waktu 2 menit 00,67 detik. Itu lebih cepat 1,31 detik di banding rekor perenang Australia, Christian Sprenger, 5 bulan sebelumnya. Makin ringkasnya waktu juga terjadi pada proses fermentasi mocaf. Jika semula butuh 7 – 8 jam, kini cukup 1 jam.

Produk unggulan lain dari bahan baku ketela selain tepung tapioka adalah mocaf. Proses fermentasi modified cassava flour (mocaf) selama 7 – 8 jam melibatkan 3 kali penambahan bakteri alias enzim. Enzim pertama berfungsi menetralisir air agar nyaman bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Enzim kedua, berfungsi merombak pati dan dinding sel singkong. Sementara enzim ketiga bertugas menghentikan fermentasi. Ada juga proses yang hanya memanfaatkan 1 kali penambahan bakteri, tapi waktu fermentasi relatif sama: 7 – 8 jam.

Di tangan Ir Iskandar Mamoen MS, periset di Departemen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, proses fermentasi mocaf lebih cepat, cukup 1 jam. Penambahan mikroba, Iskandar menyebutnya bioaktivator, pun cukup sekali. Iskandar yang meriset pemanfaatan bioaktivator untuk proses fementasi mocaf sejak Maret 2009, menyebut tepung buatannya itu sebagai motes alias modifikasi tepung singkong. Baca selengkapnya…

Siswi SMA Kediri Temukan Susu dari Ketela

Melalui serangkaian uji coba, tiga siswi SMAN 2 Kota Kediri ini berhasil menemukan minuman susu sari ketela dan beras ketela. Makanan dan minuman yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon itu membuka peluang bisnis baru. Satu lagi trobosan penganekaragaman produk berbahan baku singkong selain tapioka yg lebih dahulu populer.

Susu sari ketela memang masih terasa asing di telinga masyarakat. Sampai sekarang masih memang belum ada yang membuat susu dari bahan dasar ketela pohon.

Tiga cewek berprestasi itu masing-masing Mayang Anglingsari Putri, Anis Suraida Safitri, dan Nurahida Laili saat ini tercatat sebagai siswi kelas XII IPA 5. Hasil karya mereka berhasil memenangkan juara I lomba Bisnis Plan Tingkat SMA yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada awal Desember 2010 lalu.

Ide dasar membuat susu dan beras sari ketela bermula keinginan ketiga pelajar itu untuk mengikuti lomba di FEUI. Setelah berdiskusi, ketiganya kemudian menciptakan minuman susu dan beras dari bahan ketela. “Kalau minuman susu sari kedelai sudah banyak dibuat masyarakat. Sedangkan susu sari ketela belum ada yang membuat,” ungkap Anis.

Ketiga cewek itu kemudian patungan melakukan serangkaian uji coba untuk mewujudkan obsesinya. Pada uji coba pertama ternyata menemui kegagalan. Namun, pada uji coba kedua sudah mulai ada tanda-tanda keberhasilan. “Kami gagal karena tidak sabar. Masalahnya, untuk membuat susu harus ada proses pengendapan yang butuh waktu paling cepat sekitar 30 menit,” jelasnya.

Setelah upayanya berhasil, ketiga pelajar itu juga harus berkonsultasi dengan guru biologi dan kimia untuk menyempurnakan hasil temuannya. Konsultasi dengan guru kimia terkait dengan upaya pengawetan susu sari ketela supaya lebih tahan lama.

Dari hasil konsultasi, akhirnya dipilih tidak perlu diberi campuran bahan pengawet makanan. Apalagi susu hasil ciptaannya ternyata dapat bertahan selama dua hari.

“Kalau ada pengawetnya nanti ada campuran bahan kimianya,” ungkapnya.

Ir Achmad Subagio: Penemu Mocaf yang Masuk Buku Tokoh Dunia

Ir. Achmad SubagioBUKU bersampul hitam polos itu sangat tebal. Jumlah halaman buku berjudul Who’s Who in the World 2010 itu mencapai 3.197 halaman, ditambah belasan halaman pengantar. Di halaman 2625, nama Achmad Subagio tercetak di dekat pojok kiri bawah halaman.

Di belakang nama yang tercetak tebal itu, ditulis beberapa biodata nama dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (Unej) itu. Bagio – demikian Achmad Subagio biasa disapa- masuk dalam buku itu bersama 63 ribu orang lainnya dari berbagai belahan dunia, dengan beragam latar belakang dan profesi. Baca selengkapnya…