Saatnya Beralih Ke Tepung Singkong?

ketela

Profil di Majalah Peluang : Nomor: 08/Oktober 2010)

Cassfer diyakini dapat menggantikan gandum sebagai bahan baku terigu. Harganya lebih murah 40%-60% dibandingkan terigu. Di Trenggalek, sudah ada pengusaha yang memproduksi casfer. Bagaimanan reaksi pasar?

KUALITAS DAN GIZI DARI cassava fermentasi (casfer), yaitu tepung yang berbahan baku singkong dengan difermentasikan tidak kalah dari terigu yang berasal dari gandum. Inilah salah satu upaya dalam menganekaragaman produk lanjut dari singkong selain sebagai bahan tapioka .Proses produksi fermentasi membuat casfer tidak lagi beraroma singkong dan memiliki kekentalan serta elastisitas adonan yang tinggi.Casfer sangat co­cok untuk menggantikan posisi terigu dalam pembuatan mie instan dan aneka makanan lain.

Prinsip dasar pembuatan tepung casfer adalah memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubi kayu sedemikian rupa sehingga terjadi libe­rasi granula pati. Baca selengkapnya…

Siswi SMA Kediri Temukan Susu dari Ketela

Melalui serangkaian uji coba, tiga siswi SMAN 2 Kota Kediri ini berhasil menemukan minuman susu sari ketela dan beras ketela. Makanan dan minuman yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon itu membuka peluang bisnis baru. Satu lagi trobosan penganekaragaman produk berbahan baku singkong selain tapioka yg lebih dahulu populer.

Susu sari ketela memang masih terasa asing di telinga masyarakat. Sampai sekarang masih memang belum ada yang membuat susu dari bahan dasar ketela pohon.

Tiga cewek berprestasi itu masing-masing Mayang Anglingsari Putri, Anis Suraida Safitri, dan Nurahida Laili saat ini tercatat sebagai siswi kelas XII IPA 5. Hasil karya mereka berhasil memenangkan juara I lomba Bisnis Plan Tingkat SMA yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada awal Desember 2010 lalu.

Ide dasar membuat susu dan beras sari ketela bermula keinginan ketiga pelajar itu untuk mengikuti lomba di FEUI. Setelah berdiskusi, ketiganya kemudian menciptakan minuman susu dan beras dari bahan ketela. “Kalau minuman susu sari kedelai sudah banyak dibuat masyarakat. Sedangkan susu sari ketela belum ada yang membuat,” ungkap Anis.

Ketiga cewek itu kemudian patungan melakukan serangkaian uji coba untuk mewujudkan obsesinya. Pada uji coba pertama ternyata menemui kegagalan. Namun, pada uji coba kedua sudah mulai ada tanda-tanda keberhasilan. “Kami gagal karena tidak sabar. Masalahnya, untuk membuat susu harus ada proses pengendapan yang butuh waktu paling cepat sekitar 30 menit,” jelasnya.

Setelah upayanya berhasil, ketiga pelajar itu juga harus berkonsultasi dengan guru biologi dan kimia untuk menyempurnakan hasil temuannya. Konsultasi dengan guru kimia terkait dengan upaya pengawetan susu sari ketela supaya lebih tahan lama.

Dari hasil konsultasi, akhirnya dipilih tidak perlu diberi campuran bahan pengawet makanan. Apalagi susu hasil ciptaannya ternyata dapat bertahan selama dua hari.

“Kalau ada pengawetnya nanti ada campuran bahan kimianya,” ungkapnya.

Tepung Mocaf Akan Gantikan Terigu

Berita di Harian Bisnis Indonesia,18 Agustus 2009

singkong

Singkong yang awalnya banyak diremehkan kini dilirik banyak kalangan, setelah doktor pangan dari Universitas Jember Achmad Subagio memperkenalkan teknologi modified cassava flour (mocaf), beberapa tahun terakhir ini. Makanan orang desa yang punya nama cassava itu mulai menjadi pilihan untuk bahan aneka kue dan alternatif pengganti terigu impor. Satu lagi hasil olahan singkong selain tapioka sebagai artelnatif dalam meningkatkan nilai singkong.

Berbeda dengan tepung tapioka yang lebih sederhana pembuatannya, produksi tepung mocaf menggunakan fermentasi, sehingga aroma apek atau bau singkong nyaris tak ada lagi.

Tepung mocaf memiliki kekentalan dan elastisitas adonan yang tinggi, sehingga bisa dijadikan bahan aneka panganan, kue brownis, hingga campuran pada produk mi. Kandungan karbohidratnya pun lebih tinggi. Baca selengkapnya…

Kategori:MOCAF Tag:, , ,

Ir Achmad Subagio: Penemu Mocaf yang Masuk Buku Tokoh Dunia

Ir. Achmad SubagioBUKU bersampul hitam polos itu sangat tebal. Jumlah halaman buku berjudul Who’s Who in the World 2010 itu mencapai 3.197 halaman, ditambah belasan halaman pengantar. Di halaman 2625, nama Achmad Subagio tercetak di dekat pojok kiri bawah halaman.

Di belakang nama yang tercetak tebal itu, ditulis beberapa biodata nama dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (Unej) itu. Bagio – demikian Achmad Subagio biasa disapa- masuk dalam buku itu bersama 63 ribu orang lainnya dari berbagai belahan dunia, dengan beragam latar belakang dan profesi. Baca selengkapnya…